Ahok Sengaja Persoalkan Al-Qur’an untuk Mempertahankan Kekuasaannya, Ini Tekniknya

0
492

JAKARTA– Sikap sok tahu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat mengutip ayat suci di dalam Al-Qur’an telah membuat umat Islam di Indonesia geram. Pasalnya, dengan menyelipkan “dibodohi dan dibohongi”, Ahok sama saja menghina kitab suci umat Islam tersebut. Dan bagi pengamat politik, yang juga Wasekjend partai Demokrat, Andi Arief menyatakan hal demikian karena Ahok terbukti tidak pernah berhati-hati dalam memimpin.

“Terhadap hal yang sensitive, pemimpin harus berhati-hati. Itulah Tuhan menganugrahkan rasa dalam pikiran dan panca indrera. Kalau  tidak setuju sebuah ayat dalam kitab suci, itu hak anda. Tapi anda mengatakan yang menyampaikan itu pembodoh dan penipu, itu masalah,” katanya, melalui akun Twitter pribadi miliknya, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, apa yang diucapkan oleh Ahok beberapa waktu lalu itu bukanlah hal yang tidak terencana. Ia menduga bahwa Ahok mengucapkan hal demikian karena ingin mengecoh hasil survey-survey yang ada sehingga ia dapat melihat para pemilih muslim terhadap dirinya.

“55 persen muslim pilih muslim. 85 persen non muslim pilih Ahok. 92 persen Tionghoa pilih Ahok. Apakah demokrasi itu buyarnya angka 55 persen? Ahok dan Al Maidah bukan spontan, yang mengerti survey itu tindakan sadar dan terencana untuk membuyarkan fakta survey muslim pilih muslim.”

Ahok disebutnya mengucapkan hal itu merupakan bagian dari mempertahankan kekuasaannya. Dan ia menggunakan cara itu yang sesungguhnya membahayakan harmonisasi di Jakarta.

“Kesimpulan saya, kasus Al-Maidah ini cara Ahok mempertahankan kekuasaan dengan cara membahayakan harmoni dan pluralism. Jangan terpancing. Pilkada penting, hidup rukun dalam keberagaman jauh lebih penting.”

LEAVE A REPLY