JAKARTA – Mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra dan mantan Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, tidak menghadiri sidang keenam sengketa informasi publik di Komisi Informasi Pusat (KIP), Jakarta, Senin (19/9).

Tuntutan pada sidang ini adalah publikasi laporan Tim Pencari Fakta (TPF) kasus pembunuhan pejuang hak asasi manusia (HAM), Munir Said Thalib.

“Kami sampaikan, para saksi telah dipanggil dua kali secara patut dan telah diterima,” kata ketua majelis hakim, Evy Trisulo Dianasari, di ruang sidang di Gedung Graha PPI, Jakata Pusat, Senin siang.

Evy menjelaskan, pemanggilan pertama dilakukan pada tanggal 30 Agustus 2016. Isi surat panggilan, Yusril dan Sudi diminta menghadiri sidang pada 5 September 2016.
Saat itu, kata Evy, Sudi menyatakan kesanggupan untuk hadir. Namun, ia kemudian menyatakan tak dapat hadir dengan alasan harus mendapatkan perawatan setelah jatuh dari tangga.

Selanjutnya, majelis hakim mengirimkan pemanggilan kedua pada 6 September untuk persidangan pada hari Senin, 19 September 2016.

Akan tetapi, Sudi dan Yusril kembali tidak menghadiri persidangan. Evy mengatakan, Sudi beralasan harus menghadiri acara keluarga di Sumatera Utara pada tanggal 17-19 September 2016. Sedangkan Yusril tak memberi keterangan secuil pun.

LEAVE A REPLY