Damaskus, – Sebuah bom meledak di perlintasan perbatasan Suriah-Turki dan menewaskan lebih dari 20 orang. Kebanyakan korban tewas merupakan para pemberontak Suriah yang didukung asing. Kelompok militan ISIS mengklaim serangan bom tersebut dan juga melukai puluhan orang.

Belum ada konfirmasi mengenai jumlah korban jiwa dalam serangan bom itu. Para saksi mata menyebut, setidaknya 25 orang tewas dalam insiden yang terjadi hari ini. Namun menurut kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, korban tewas setidaknya 21 orang.

Dikatakan Observatory dan saksi-saksi mata seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (6/10/2016), serangan bom itu menargetkan para pemberontak dari faksi-faksi yang tengah memerangi ISIS dengan dukungan militer Turki. Ledakan bom terjadi di bagian wilayah Suriah, di perlintasan Atmeh, sebelah barat kota Aleppo. Dalam sebuah foto yang dikirimkan oleh saksi mata di lokasi, tampak jasad-jasad berlumuran darah tergeletak di jalanan.

Menurut saksi-saksi mata, kebanyakan para pemberontak yang tewas berasal dari kelompok Failaq al-Sham, yang tengah memerangi ISIS bersama faksi-faksi lain yang didukung Turki.

Disebutkan Observatory, para pemberontak Suriah tersebut menggunakan perlintasan Atmeh untuk bergerak di antara provinsi Idlib, melalui Turki, ke wilayah-wilayah tempat berlangsungnya operasi anti-ISIS.

Selain menargetkan kelompok ISIS, operasi militer Turki yang berlangsung di sepanjang perbatasan timur laut Aleppo itu, juga menargetkan para militan Kurdi.

LEAVE A REPLY