Data inteljen” Dilaporkan ISIS Kembali Rebut Palmyra

0
479
An aerial view taken on January 13, 2009 shows a part of the ancient city of Palmyra. Islamic State group jihadists seized Syria's Palmyra on Thursday, as UNESCO warned that the destruction of the ancient city would be "an enormous loss to humanity". The capture of Palmyra, a 2,000-year-old metropolis, reportedly leaves more than half of Syria under IS control and comes days after the group also expanded its control in Iraq. AFP PHOTO/CHRISTOPHE CHARONCHRISTOPHE CHARON/AFP/Getty Images

DAMASKUS – Pasukan Negara Islam (ISIS) dilaporan kembali berhasil menembus pertahanan militer Suriah di kota Palmyra, Sabtu (10/12).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris menyatakan serangan serentak ISIS itu membuat pasukan Suriah kelabakan dan mengakibatkan sebagian wilayah kota kuno yang terletak di timur Suriah itu kembali jatuh ke tangan ISIS.

“Pasukan ISIS telah kembali memasuki kota kuno yang terkenal di gurun Suriah, Palmyra. Delapan bulan lalu, mereka sudah terusir dari sini (Palmyra),” kata Kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Rami Abdel Rahman.

SOHR menyebutkan keprihatinan atas keselamatan warga sipil di dalam kota Palmyra. Pasalnya, banyak warga sipil Palmyra yang menjadi pendukung rezim Presiden Bashar al-Assad.

Pada Mei tahun lalu, ISIS berhasil merebut beberapa kota di Provinsi Homs, termasuk Palmyra, yang ada di daftar warisan dunia UNESCO. Di Palmyra, ISIS menimbulkan kerusakan parah di banyak situs kuno.

Seperti dilaporkan Reuters, militer Suriah sebelumnya mengaku telah mengirim bala bantuan ke Palmyra untuk membantu mempertahankan kota itu. Beberapa pasukan dipindahkan dari Aleppo untuk memperkuat pertahanan di Palmyra. “Saat ini, pasukan Suriah masih terlibat pertempuran dengan ISIS di sejumlah wilayah Palmyra,” lanjut Rahman.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

LEAVE A REPLY