ANKARA – Polisi kontra teror Turki menahan 40 warga negara asing (WNA) dalam penggerebekan di Istanbul. Kantor berita Turki, Anadolu melaporkan, puluhan WNA itu ditangkap karena dicurigai mempunyai hubungan dengan militan ISIS.

Polisi kontra teror Turki melakukan razia serentak di 23 alamat di Istanbul yang berada di distrik konservatif Fatih. Anadolu mengatakan para WNA yang ditahan itu berasal dari Afghanistan, Iran, Irak dan Azerbaijan.

“Beberapa tersangka diidentifikasi telah pergi ke daerah konflik di dalam wilayah Suriah beberapa kali,” tulis Anadolu seperti dikutip dari Reuters, Senin (19/9/2016).

Turki telah mengalami serangkaian bom bunuh diri serta sejumlah serangan yang dilakukan oleh ISIS dan milisi Kurdi. Sebagai balasan, Turki pun meluncurkan serangan militer besar-besaran pertama ke Suriah bulan lalu. Operasi militer itu untuk mendorong kelompok militan untuk menjadi dari perbatasan dan mencegah pejuang Kurdi merebut wilayah saat mereka mundur.

Ribuan pejuang asing dari negara-negara termasuk Turki, Inggris, Eropa dan Amerika Serikat telah bergabung dengan militan Islam yang memproklamirkan kekhalifahan mereka dalam beberapa tahun terakhir. Mayoritas dari mereka menyeberang melalui Turki. Ankara sejak telah meluncurkan tindakan tegas kepada jaringan yang terbukti memfasilitasi perjalanan mereka.

Setidaknya tujuh bom bunuh diri terjadi di Turki sejak Juli 2015 dan telah menewaskan lebih dari 250 orang. Turki menuding serangan bom tersebut dilakukan oleh ISIS.

Sebuah jaringan tersangka militan ISIS di Turki bertanggung jawab untuk setidaknya dua serangan, jaksa Turki telah mengatakan dalam dokumen hukum. Sementara anggota asing dari kelompok itu dituduh berada di balik serangan bom bunuh diri di bandara Istanbul Ataturk pada bulan Juni lalu.

LEAVE A REPLY