Didebat Politisi PDIP soal Ustaz Abdul Somad, Fahri Hamzah Ngamuk

0
38

Warasmedia.-Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah terlibat perdebatan sengit dengan Politisi PDIP, Andreas Hugo Pariera.

Dilansir TribunWow.com, dalam tayangan Mata Najwa, Rabu (20/11/2019), keduanya memperdebatkan soal isu radikalisme.

Fahri Hamzah mulanya menyoroti tentang pimpinan Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) yang menegur pegawai karena mengundang Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam sebuah acara pengajian.

Lantas, ia menyinggung soal isu radikalisme yang menurutnya sengaja diramaikan pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Pak, tindakan teror itu Anda musnahkan pak,” terang Fahri Hamzah.

“Tapi Anda jangan menggambarkan seolah-olah bangsa ini sedang tumbuh teroris semua, itu kan ya ngeri,” sambungnya.

Namun, pernyataan Fahri Hamzah itu justru disebut Andreas Hugo hanya dramatisasi belaka.

“Enggak bisa, itu enggak menggambarkan bangsa ini, justru ini yang dramatisasi seperti ini,” kata Andreas Hugo.

Menanggapi hal itu, Fahri Hamzah lantas menyinggung soal pimpinan KPK yang tak menginginkan Ustaz Abdul Somad mengisi acara di lembaga antirasuah itu.

“Kenapa kemudian KPK menegur pegawainya karena mengundang Ustaz Abdul Somad, bagaiamana ceritanya ini?,” tanya Fahri Hamzah.

Menurut Fahri Hamzah, Ustaz Abdul Somad bukan lah sosok radikal.

“Ini ustaz-ustaz yang Anda larang, diganti di BUMN enggak boleh ceramah di masjid pemerintah, ini semua orang-orang yang oleh umatnya ini orang baik,” jelas Fahri Hamzah.

“Ini bukan radikal,” sambungnya.Fahri Hamzah dan Andreas Hugo saat berdebat dalam acara Mata Najwa, Rabu (20/11/2019). (Tangkapan Layar YouTube Najwa Shihab)

Lebih lanjut, Fahri Hamzah mengungkapkan pengalamannya yang dilarang memasuki Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Saya ini dilarang masuk UGM karena dianggap masuk radikal,” kata Fahri Hamzah emosional.

Lantas, ia menantang Andreas Hugo untuk berdebat tentang pengetahuan pancasila.

“Anda mau anggap saya radikal? Ayo kita debat pancasila dengan saya,” terangnya.

“Ya makanya itu aura itu Anda ciptakan, Anda takut-takuti rektor ini,” sambungnya.

Tak terima dengan pernyataan Fahri Hamzah, Andreas Hugo pun mengungkapkan pembelaannya.

“Yang namanya dramatisasi ini, ya UGM itu enggak ada urusannya dengan ini,” ucap Andreas Hugo.

Andreas Hugo pun juga menyebut Fahri Hamzah terlalu mendramatisasi permasalahan ini.

“Ini yang dramatisasi, dramatisasi, dramatisasi itu yang seperti ini,” ucap Andreas Hugo.

“Jadi fakta-fakta itu dibuat menjadi dramatis,” imbuhnya.

Sebelumnya, Fahri Hamzah mengukap kecurigaannya terhadap orang-orang yang berada di sekitar Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, orang-orang di sekitar Jokowi memiliki presepsi yang keliru terkait radikalisme.

Mulanya, Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa pada era saat ini bukan waktunya membahas isu radikalisme.

Ia justru menyinggung soal orang terdekat Jokowi yang disebutnya salah memahami makna radikalisme.

“Ada orang di sekitarnya yang menurut saya itu salah tangkap, ngapain lagi ngomongin radikalisme di republik ini,” tanya Fahri Hamzah.

Lantas, ia juga menyinggung pidato Jokowi terkait pemberantasan radikalisme.

Fahri Hamzah justru menyebut penulis naskah pidato Jokowi seolah mengajaknya untuk berkelahi.

“Yang ngomong Pak Jokowi tadi, ini kan penulis-penulis pidato presiden ini yang menurut saya jangan lah presiden itu diajak untuk berantem sama kita,” ucap Fahri Hamzah.

“Ngapain presiden berantem sama saya?,” sambungnya.

Mendengar pernyataan itu, Presenter Najwa Shihab lantas menanyakan maksud ucapan Fahri Hamzah.

“Bung Fahri, dari mana caranya Anda merasa presiden ngajak Anda berantem?,” tanya Najwa Shihab.

Fahri Hamzah mengungkapkan, pimpinan KPK sempat memberikan teguran setelah mengetahui Ustaz Abdul Somad diundang mengisi pengajian di lembaga antirasuah itu.

“Misalnya ini tadi pagi ya, pimpinan KPK menegur karena karena Ustaz Abdul Somad diundang pengajian KPK,” ucap Fahri Hamzah.

Lantas, Fahri Hamzah menyinggung soal anggapan petinggi negara yang mengira Ustaz Abdul Somad menganut peham radikal.

“Kalau Ustaz Abdul Somad Anda anggap radikal, saya ini radikal, saya lebih radikal akhirnya,” terang Fahri Hamzah.

“Akhirnya Anda jadi musuh saya gitu loh.”

Terkait hal itu, Fahri Hamzah meminta pemerintah untuk berhenti membahas soal radikalisme.

“Jadi nalar ini hentikan lah, ini kita sudah punya pancasila ajak orang ke tengah mari kita bangun republik ini dengan pancasila gitu loh,” kata dia.

“Menurut saya, ada kegamangan membaca peta,s udahlah ajak bangsa ini, kita bisa mendeteksi diri kita, terorisme radikalisme jadi isu kapan sih? Baru kemarin sore.”

LEAVE A REPLY