Dubes Korut untuk Indonesia: AS Penyebab Bahaya Dunia

0
645
  • Duta Besar Korut untuk Indonesia, An Kwan Il, mencoba mengungkap jawaban dari beberapa keraguan dunia kepada CNNIndonesia.

    Oddomax- Awal tahun 2017, mata dunia tertuju pada Korea Utara. Dalam pidato awal tahunnya, pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong Un, mengumumkan bahwa negaranya sudah memasuki tahap akhir pengembangan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang bisa menjangkau wilayah mana pun di dunia.

    Tanpa ragu, ia langsung mengarahkan telunjuknya kepada Amerika Serikat.

    “Kami akan terus mengembangkan kemampuan pertahanan kami, yang berpusat pada nuklir, dan kemampuan serangan kami selama masih ada ancaman nuklir dari Amerika Serikat dan sekutunya dan selama mereka tak menghentikan peperangan di depan ambang pintu kami,” katanya.

    Donald Trump, yang saat itu belum resmi dilantik menjadi presiden AS, pun tak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa rudal Korut tak akan bisa mencapai AS.

    Berbagai tanda tanya kemudian kembali bermunculan. Apakah benar Korut sudah mengembangkan rudal mutakhir? Apakah benar rudal itu bisa mencapai negara mana pun? Mengapa mereka terus melontarkan ancaman kepada dunia?

    Jawaban dari semua pertanyaan tersebut masih terus menjadi misteri, layaknya keadaan sebenarnya di Korut yang selama ini menutup diri.

    Duta Besar Korut untuk Indonesia, An Kwan Il, mencoba mengungkap jawaban dari beberapa pertanyaan tersebut kepada CNNIndonesia.com. Berikut wawancara lengkapnya.

    Apa tantangan terbesar bagi Korut di tahun baru ini?
    Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, dalam pernyataan Tahun Baru lalu menginstruksikan bahwa tahun ini merupakan saat yang tepat untuk menjalankan program strategi ekonomi lima tahun. Di tahun baru ini, semua upaya harus konsentrasi pada pembangunan ekonomi nasional.

    Untuk pembangunan ekonomi ini, kami harus menciptakan lingkungan yang damai. Namun, kami masih menghadapi sejumlah tantangan dan bahaya dunia, yang menurut kami disebabkan oleh Amerika Serikat.

    Salah satu bahaya yang kami hadapi adalah politik bermusuhan AS terhadap Korut dan ancaman nuklir yang terus meningkat, juga latihan militer gabungan antara AS dan Korea Selatan di ambang pintu wilayah Korut.

    Jadi salah satu alasan negara Anda tetap membangun senjata nuklir adalah ancaman AS?

    Selama ini, banyak yang menganggap ketegangan antara Korut dan AS disebabkan oleh pengembangan senjata nuklir Korut. Premis tersebut sebenarnya salah karena alasan ketegangan yang meningkat antara Washington dan Pyongyang sebenarnya berasal dari Amerika sendiri.

    Sejak dulu, sejak Korut belum memiliki nuklir, sikap bermusuhan AS dan tudingan kepemilikan nuklir benar-benar merupakan ancaman bagi kami. Ancaman AS ini bukan satu hal yang abstrak atau fenomena sementara.

    Jadi sekarang, tekanan negara Barat agar Korut menghentikan program senjata nuklir itu layaknya meminta berdiri sendiri tanpa alat pertahanan apa pun di depan musuhnya. Maka dari itu, kami tidak bisa menerima ini begitu saja.

    Kim Jong Un dalam pidato Tahun Baru-nya sangat jelas mengatakan, selama masih ada ancaman dari AS, kami akan terus mengembangkan pertahanan kami, yaitu senjata nuklir.

    Pembangunan rudal antarbenua Korut mencuat belakangan ini. Apakah benar Korut bisa meluncurkan rudal itu kapan saja?

    Ya, tentu saja. Selama penyebab utama ancaman keamanan bagi Korut masih ada, nuklir kami akan terus dikembangkan.

    Namun, bagaimana tanggapan Korut mengenai keinginan Donald Trump berdialog?

    Kami tidak pernah menentang dialog apa pun. Namun, AS dan Korut tidak memiliki paket perjanjian yang disepakati dan dan dapat memastikan keberhasilan dialog damai tersebut.

    Bagaimana tanggapan Korut mengenai kemenangan Trump?

    Kami belum tahu bagaimana kebijakan AS di tangan Trump. Yang jelas, siapa pun presiden AS harus menghentikan kebijakan bermusuhannya dengan Korut dan mengambil keputusan yang tepat dengan menghentikan “pemerasan” terhadap Korut.

    Bagaimana tanggapan pemerintah Korut? Pesimistis atau optimistis?

    Seperti yang saya bilang, kami tidak peduli. Yang pasti, siapa pun yang menjadi presiden AS harus menjaga perilaku mereka kepada Korut dengan pertama-tama menghentikan kebijakan bermusuhannya pada Korut.

    Trump mengatakan bahwa ICBM tidak dapat mencapai wilayah AS. Banyak ahli juga meragukan kemampuan ICBM. Bagaimana tanggapan Anda?

    Kami benar-benar mengembangkan berbagai jenis nuklir untuk melindungi kedaulatan dan hak negara kami. Kami telah melakukan simulasi, standardisasi, dan semua langkah lain, jadi kami merasa optimistis ICBM beserta rudal dan hulu ledak nuklir kami bisa mejangkau wilayah mana saja di dunia.

    Nuklir Korut memicu sejumlah tekanan internasional. PBB bahkan melayangkan sanksi terbaru kepada negara Anda yang diklaim sebagai sanksi terberat. Bagaimana pendapat Anda?

    Dalam piagam PBB, tertera bahwa suatu negara berdaulat memiliki hak untuk melindungi kedaulatan dan hak keberadaan negaranya. Langkah kami untuk melindungi keberadaan dan kedaulatan adalah dengan membangun senjata nuklir.

    Karena senjata nuklir Korut memang sengaja dibuat untuk melindungi negara dari ancaman serta pemerasan pihak asing seperti AS, nuklir kami tidak bisa menjadi objek sanksi PBB dalam kasus apa pun.

    Pembuatan resolusi PBB terkait sanksi bagi Korut bukan hanya sebuah pelanggaran kedaulatan, tapi juga bukti kuat dari kekuatan salah satu pihak. Sangat memalukan Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi sanksi yang menyudutkan Korut hanya untuk menyenangkan negara yang memang bertanggung jawab penuh atas gagasan sanksi ini.

    Kami sepenuhnya menolak dan tidak menghiraukan sanksi PBB tersebut. Sanksi ini merupakan tindakan kriminal yang menggambarkan sikap memihak dan tak bermoral.

    Bagaimana dampak sanksi ini terhadap Korut?

    Saya pikir, sanksi ini tidak akan berdampak banyak pada ekonomi kami.

    Sejak beberapa dekade terakhir, Korut telah lama menjadi subjek dari sanksi PBB. Hal ini membuat Korut harus bisa bertahan dengan membuat sebagian besar benda dan barang yang kami butuhkan secara mandiri.

    Selama ini, kami memproduksi sejumlah jenis kendaraan pribadi, truk, pesawat, kereta api, dan kapal besar. Kami juga membuat satelit dan perangkat teknologi seperti komputer, televisi, telepon genggam, dan barang elektronik lainnya.

    Korut juga berhasil membangun sistem dan program perangkat lunak komputer sendiri semacam Windows, yang dinamai Red Star (Bintang Merah). Kami pun membuat mesin pencari seperti Google. Semuanya kami buat sendiri.

    Jadi sanksi apa pun terhadap Korut tidak pernah berhasil memengaruhi negara saya. Kami tidak peduli dengan sanksi-sanksi itu. Sebaliknya, sanksi itu justru membuat rakyat Korut menjadi lebih kreatif.

    Seberapa besar pun nilai sanksi hanya berdampak pada nilai perdagangan korut dengan negara luar, sedangkan pilar utama pembangunan nasional Korut adalah ekonomi nasional.

    Setelah diberi sanksi, mengapa masih tetap ingin mengembangkan senjata nuklir?

    Status negara nuklir itu merupakan lambang martabat nasional dan kedaulatan Korut. Saya ceritakan satu sejarah. Saat Jepang menjajah, ada seorang patriot Korea yang diutus mewakili raja pada konferensi perdamaian dunia yang kedua di Den Haag, Belanda.

    Dalam konferensi itu, ia meminta agar Korea bisa ambil peran. Misinya adalah meningkatkan perhatian dan opini publik tentang kolonalisme Jepang di Korea.

    Konferensi itu nyatanya tidak memberikan keleluasaan bagi utusan raja Korea itu mengutarakan gagasan dan pendapatnya. Konferensi itu dibentuk untuk membantu negara besar dan berkuasa di masa itu yakni Jepang. Perlakuan buruk itu membuat perwakilan Korea itu akhirnya memotong perutnya dengan pisau di depan semuanya sebagai pembelaan diri.

    Hal ini memberikan Korut pelajaran bahwa perdamaian tidak dapat dicapai tanpa kekuatan.

    Selain kekuatan, ada pula upaya perundingan. Bagaimana perkembangan Perundingan Enam Pihak untuk membahas nuklir Korut?

    Tujuan dari pembicaraan enam pihak ini adalah untuk menghentikan program nuklir Korea Utara. Jika benar, maka pembicaraan 6 pihak itu sudah tak berlaku karena Korea Utara sekarang ini sudah menjadi negara nuklir. Program nuklir bukan lagi topik untuk negosiasi.

    Secara umum, sebuah dialog itu seharusnya membuat solusi bersama sehingga kedaulatan semua pihak itu penting. Seberapa besar satu pihak menghormati pihak lain merupakan hal paling penting untuk menentukan kesuksesan dialog tersebut. Kami dapat melihat situasinya.

    Sekarang, Korea Selatan dan Amerika Serikat harus menghentikan latihan militer di hadapan negara kami. Latihan militer itu punya rencana operasi yang lebih serius, maka Pyongyang harus mempertahankan kepemimpinannya dan martabatnya.

    Maka, apa yang bisa diharapkan? Jadi, yang paling penting untuk melakukan dialog adalah semua pihak harus menciptakan lingkungan yang kondusif untuk dialog.

    Bagaimana perkembangan negosiasi reunifikasi Korea Utara dan Korea Selatan?

    Reunifikasi dapat dicapai secara damai dan independen tanpa intervensi dari pasukan asing mana pun dan berdasarkan persatuan besar dari kedua bangsa. Namun, Korsel memiliki kebijakan reunifikasi yang menyebutkan bahwa Korut adalah musuh, bukan rekan. Ini merupakan kebijakan yang mengonfrontasi.

    Contohnya, Presiden Park. Setiap kali ia kunjungan ke luar negeri, dia meminta pihak luar untuk membantu reunifikasi. Reunifikasi adalah masalah nasional.

    Sementara pemerintah Korsel melakukan kebijakan yang mengonfrontasi, pasukan asing menggunakan kebijakan itu untuk mengidealkan kebijakan mereka di Asia Pasifik dan mereka membahayakan hubungan Korut dan Korsel. Mereka memiliki sikap pesimistis mengenai reunfikasi di Korsel.

    Di masa lalu, kita sudah mencapai sejumlah hasil yang baik dalam kesepakatan reunifikasi. Hal yang paling penting dalam reunfikasi Korut dan Korsel, mereka semua harus menghormati dan membaca kerangka kerjanya. Begitu pula negara tetangga, mereka seharusnya membantu dengan mendukung kesepakatan antara Korut dan Korsel tanpa harus memihak.

    Korea Utara dikenal sebagai negara yang tertutup. Bagaimana situasi sebenarnya di sana?

    Saya tidak mengerti mengapa banyak orang berpikir ada masalah di Korut. Ini semua merupakan efek dari propaganda Barat. Saya hidup di negara saya sejak lama karena saya lahir di Korea. Saya belajar di negara saya. Bekerja untuk negara. Jadi, saya benar-benar mengerti dan saya juga benar-benar tahu apa yang harus dilakukan untuk masa depan negara saya. Saya juga mengerti apa yang terjadi di negara saya lebih baik dari orang lain.

    Namun, media Barat suka mengambil informasi dari pembelot dan juga orang yang mengkritik. Ini masalahnya. Kami tidak dapat menjelaskan situasi di Korut hanya dengan satu kata. Nanti, saya akan memberi kalian fakta rinci. Kalian bisa mendapatkan informasi itu dari buku-buku, media, film. Saya akan memberikannya dan kalian dapat menemukannya sendiri. Jika kalian punya pertanyaan soal Korut, hubungi saja kami. Saya berjanji akan memberikan informasi.

    Kim Jong Un digambarkan sebagai pemimpin yang keras. Bagaimana sebenarnya Kim Jong Un di mata rakyat?

    Saya juga diplomat. Sebagai diplomat, tugas saya adalah mempelajari politik di berbagai negara di dunia. Kebanyakan orang di negara lain, mereka suka pemimpin yang kuat. Pemimpin kami juga sangat kuat. Rakyat kami, menghormati pemimpin kami karena negara saya… Negara saya dikelilingi oleh kekuatan-kekuatan besar. Di utara ada China dan Rusia. Di selatan ada Jepang. DI seberang ada Amerika Serikat. Dalam sejarah Korea, banyak berkembang franquisme karena saat itu, kepemimpinan di Korea sangat lemah. Beberapa pro-China, beberapa pro-Rusia, ada yang pro-AS, atau pro-Jepang. Negara kami akhirnya hancur karena dijajah Jepang. Sekarang, ambisi dari negara-negara itu belum benar-benar berubah. Kami menghormati pemimpin kami. Kami akan patuh pada keputusan yang diambil pemimpin kami.

    Ada rumor mengenai kekurangan makanan di Korut yang dapat menyebabkan kelaparan. Seberapa buruk?

    Tidak ada masalah dengan makanan.

    Apa perbedaan antara Kim Jong Un dan pemimpin-pemimpin sebelumnya?

    Kim Jong Il sudah meninggal. Setelah itu, Kim Jong Un memimpin rakyat, partai, dan negara. Kim Jong Un adalah pengganti Kim Jong Il yang layak. Tak ada yang dapat mengelak dari instruksinya. Semua perintah dari Kim Il Sung, Kim Jong Il, adalah tugas utama rakyat kami. Kami selalu mematuhi instruksi mereka setiap saat, dalam segala hal. Itu lah alasan negara kami bersatu satu hati di sekitarnya. Kim Jong Un merupakan pengganti yang baik. Tak ada yang dapat melebihi dia.

LEAVE A REPLY