FOTO: Jet-jet Tempur Rusia Bombardir Konvoi Bantuan Kemanusiaan PBB

0
550
DAMASKUS – Jet-jet tempur, yang diduga jet tempur milik tentara Rusia atau Suriah dilaporkan telah melakukan serangan terhadap konvoi bantuan kemanusiaan PBB di Suriah. Konvoi bantuan itu diserang ketika hendak memasuki Aleppo.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, jet-jet tempur tersebut melakukan puluhan serangan di sekitar Aleppo, yang beberapa diantaranya mengenai konvoi bantuan kemanusiaan PBB. Setidaknya 32 orang tewas dalam serangan tersebut.

Melansir Al Jazeera pada Selasa (20/9), kelompok yang berbasis di London itu mengatakan, truk-truk bantuan PBB itu diserang saat melakukan pengiriman rutin ke Aleppo.pejabat Bulan Sabit Merah Suriah membenarkan, kendaraan bantuan yang dioperasikan oleh mereka telah menjadi target serangan udara, ketika jet-jet tempur mulai kembali melakukan serangan ke Aleppo.

csystunxyaa6tie

Staffan de Mistura, Utusan Khusus PBB untuk Suriah, mengecam keras serangan tersebut. “Kami benar-benar marah dengan adanya serangan ini, konvoi itu hasil dari proses panjang izin dan persiapan untuk membantu warga sipil yang terisolasi,” katanya.Serangan ini sendiri terjadi di tengah kabar telah berakhirnya gencatan senjata yang berlangsung di Suriah. Gencatan senjata di Suriah dimulai pada pekan lalu, setelah adanya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia.

csyss8gweauaacq

PBB menyatakan, jika serangan terhadap konvoi bantuan kemanusiaan di Aleppo adalah sebuah kesengajaan, maka ini adalah kejahatan perang. Konvoi kemanusiaan PBB, yang bekerjasama dengan Bulan Sabit Merah Suriah menjadi korban serangan udara yang diduga dilakukan jet tempur Suriah atau Rusia.

csysrcaxyaezunw

Kepala bantuan PBB, Stephen O’Brien mengatakan, pihaknya telah menyerukan penyelidikan penuh atas insiden tersebut. Dan, bila terbukti benar serangan itu adalah serangan yang disengaja, maka serangan itu masuk dalam kategori kejahatan perang.

“Biarkan saya memperjelas hal ini: jika serangan tak berperasaan ini memang sengaja menargetkan konvoi yang membawa bantuan kemanusiaan, itu akan dianggap kejahatan perang,” ucap O’Brien, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (20/9).

LEAVE A REPLY