DAMASKUS – Pemberontak Suriah mengatakan, gencatan senjata yang diinisiasi oleh Amerika Serikat (AS) dan Rusia sudah resmi berakhir. Kesepakatan ini berlangsung selama kurang lebih satu pekan.

“Saya percaya bahwa gencatan senjata telah secara praktis gagal, dan telah berakhir,” kata Kepala kantor politik dari kelompok Fastaqim yang berbasis di Aleppo, Zakaria Malahifji, seperti dilansir Reuters pada Senin (19/9).

Namun, dia juga mengatakan, pihaknya masih memantau situasi di Suriah dan melihat apakah ada yang bisa dilakukan secara teori untuk menyelamatkan dan memperpanjang gencatan senjata tersebut.

Saat ditanya apakah ia mengharapkan bantuan menjangkau daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di wilayah Aleppo timur, Malahifji mengatakan, pihaknya sudah tidak lagi berharap adanya bantuan yang masuk ke Allepo.

“Tidak ada harapan. Sudah beberapa hari terakhir ada pernyataan (akan masuknya bantuan), tapi setiap hari ada dalih mengenai batalnya masuk bantuan itu. Untuk saat ini, kami sudah tidak lagi berahap,” sambungnya.

Di kesempatan yang sama, dia juga menuturkan bahwa kelompok pemberontak sedang mempersiapkan aksi militer baru. “Saya membayangkan dalam waktu dekat akan ada tindakan oleh faksi (pemberontak),” tukasnya.

LEAVE A REPLY