kejuaraan cross country WDO 2019

0
287

warasmedia-di tengah gagap gempita Pilpres yang belum lama usai dan masih menyisakan aura panas .Teryata ada Event kejuaraan Spektakuler dan perdana di Riau,yaitu kejuaraan cross country WDO,yang di laksanakan di Lapangan Stable Wisata dakwah Okura 27 April 2019.kejuaraan ketangkasan berkuda yang di ikuti puluhan Atlet berkuda yang datang dari beberapa kabupaten se Riau ,Rokan hulu,Kampar,Siak,Pekanbaru dan beberapa kab lain nya .bersaing ketat memperebutkan juara Cross country WDO Cup .Cross country olahraga berkuda sangat beresiko dan sangat populer di dunia saat ini,cross country atau rintangan alam, yang menguji kecepatan, keberanian, daya tahan dan kemampuan melompat si kuda serta keberanian dan kemampuan si penunggang. Cross country ini dinilai sebagai event yang memiliki risiko tertinggi untuk kuda maupun penunggang, dan keduanya biasanya akan mengenakan perlengkapan pelindung sepertiboots khusus untuk kuda dan body protectoruntuk penunggang. Mengenal risiko yang dihadapi peserta itu, adalah hal yang biasanya sangat menegangkan para penonton.Menurut peraturan, test cross country terdiri dari empat fase: Fase A dan C:Roads and Tracks, fase B: Steeple-chase, dan fase D: Cross-country Obstacles. Pada One Day Event, fase B dan C tidak diikutsertakan dan fase A juga optional. One Day Event boleh diselenggarakan dalam 1, 2 atau 3 hari. Pada umumnya, cross country terdiri dari 25-45 rintangan yang solid. Diantara rintangan biasanya juga ada salah satu dimana kuda harus melompat kedalam air. Panjang lintasan adalah antara 2.500m-7.410m di lapangan alam yang bergelombang. Tergantung fasenya, kecepatan kuda antara 220-690 meter per menit.Apabila peserta melakukan kesalahan di rintangan, akan dikenakan penalti sebagai berikut: Pada rintangan yang sama, penolakan pertama, melewati atau melingkari rintangan: 20 penalti, kedua kali ditambah dengan 40 penalti, ketiga kali peserta tereliminasi. Pada fase D baru tersisihkan pada penolakan keempat (di rintangan yang berbeda). Apabila penunggang jatuh dari kuda pertama kali pada sebuah rintangan, dikenakan 65 penalti. Jatuh kedua kalinya atau apabila kuda jatuh, mengakibatkan peserta tereliminasi.

Berdasarkan panjang lintasan dan kecepatan kuda yang sudah ditentukan, juri mengkalkulasikan Optimum Time. Peserta yang menyelesaikan tes dengan waktu yang paling mendekati optimum time adalah yang terbaik, tetapi apabila telah melampaui optimum time, peserta akan dikenakan penalti, tergantung fase yang mana, antara 0,4 dan 1 penalti per detik. Semua penalti tadi akan dibawa bersama penalti dari hasil tes dressage ke babak berikutnya, yaitu tes Jumping.“Coahs Aldo Nugraha Ketua panitia juga direktur WDO saat di wawancara Warasmedia menyampaikan ,bahwa event ini perdana di Riau yang mungkin di Indonesia masih jarang,maka kami berkomitmen ini menjadikan Cross country ini menasional dan tahun depan akan lebih besar dan mengundang Atlet se Asia .kalo kemarin masih katagori uji coba dan event lokal . (As)

LEAVE A REPLY