Kelompok Teroris OPM Menantang Perang Militer Indonesia

0
1481

JAYAPURA  – Kelompok teroris di Papua yang menyebut diri mereka sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali unjuk gigi. Kali ini, kelompok teroris separatis itu menantang perang dengan militer Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Goliath Tabuni di markas mereka di Kwiyawagi, Papua Barat.

“Kami nyatakan siap perang dengan militer Indonesia untuk Papua merdeka,” kata Goliath Tabuni lewat siaran pers yang diterima Gatra pada Minggu (8/1/2017).

Goliath Tabuni mengklaim sebagai pimpinan panglima tinggi Komando Nasional, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dengan pangkat Jenderal. Ia mengaku memimpin 7 Komando Daerah Pertahanan (KODAP) di wilayah pegunungan Papua Barat.

Pernyataan yang disampaikan dalam upacara gabungan 7 KODAP itu, menurut Tabuni ditujukan kepada Pemerintah Indonesia, Dunia Internasional, Oranisasi Perjuangan Papua Merdeka dan Birokrat Orang Asli Papua di seluruh wilayah Papua Barat.

Suasana upacara (Istimewa) pada puncak acara tersebut tujuh (7) KODAP telah menyusun strategi perang, persatuan komando dengan tujuan revolusi tahapan sesuai intruksi panglima tinggi untuk memisahkan diri dengan NKRI.

“Kami bukan ras melayu, kami ras Melanesia,” kata Tabuni. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada 19 Desember 2016 di Markas KODAP Kwiyawagi, Papua Barat. Ribuan rakyat Papua serta setiap prajurit TPNPB telah hadir dan membuat pernyataan.

Tujuh KODAP telah berkomitmen satukan semua kekuatan senjata dan amunisi yang dimiliki dari KODAP masing-masing yang telah hadir pada acara itu. Patok wilayah kekuasaan TPNPB juga telah tentukan.

Aparat militer Indonesia, lanjutnya, dilarang melintas dari Habema, Tinggina dan sekitarnya. Jika kedapatan militer Indonesia melintas wilayah yang telah patok, Tabuni mengancam bahwa TPNPB tetap akan menembak mati tentara Indonesia yang lewat wilayah tersebut. Hal itu diungkapkan langsung oleh seorang Panglima KODAP Kwiyawagi dalam pernyataanya pada acara itu tanggal 19 Desember 2016.

Pimpinan KODAP (Istimewa) yang turut hadir dalam acara ini adalah Brigjend Militer Murib selaku panglima KODAP Sinak bersama Kepala Staf KODAP (KASDAP) bersama anggotanya, Pimpinan KODAP Kwiyawagi Brigjend. Biliru Murib, Panglima Daerah Kwiyawagi dan Panglima Daerah Ilaga Brigjend Peni Murib, serta komandan operasi Lekagak Telenggen selaku Painitia Penyelenggara Kegiatan.

Pernyataan sikap itu dibacakan oleh selaku Panitia Penyelenggara kegiatan Lekagak G. Telenggen, di panggung dalam upacara bendera. Akhir dari upacara, mereka melakukan rapat rapat pimpinan bersama prajurit dari KODAP itu, menyusun strategi bersama untuk melakukan revolusi.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi), baik oleh Menko Polhukam, Menteri Pertahanan (Menhan) atau Panglima TNI soal tantangan perang ini.

LEAVE A REPLY