Korban berjatuhan Banser Diserang kelompok pencak silat di Tulungagung

7
104950

TULUNGAGUNG – Puluhan anggota Banser GP Ansor mendatangi Markas Polres Tulungagung, Senin (14/10/2019) siang.

Mereka menuntut polisi mengusut tuntas pelaku penyerangan rombongan Banser, Minggu (13/10/2019) saat melintas di Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung, Tulungagung, usai mengikuti apel Banser GP Ansor di Pantai Prigi, yang dihadiri oleh Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut.

Menurut Ketua PC GP Ansor  Tulungagung, Rifai, data korban masih terus tertambah.

“Laporannya masih terus masuk.

Jadi bukan hanya orangnya yang dipukuli, kendaraannya juga dipukuli,” ungkap Rifai.

Sejauh ini baru dua korban luka-luka anggota Banser GP Ansor yang sudah melapor ke Polsek Bandung.

Sementara data laporan internal Banser GP Ansor yang masuk, rombongan Tulungagung yang jadi korban penyerangan dari Kecamatan Pakel dan Kedungwaru.

“Yang dari Malang itu mobilnya dipukuli dan dirusak,” ucap Rifai.

Usai penyerangan, anggota Banser GP Ansor dari berbagai kota sempat mendatangi lokasi penyerangan.

Saat itu, mereka bertemu dengan Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia untuk berkoordiasi.

Banser GP Ansor sepakat untuk menyerahkan perkara ini kepada polisi.

“Banser tidak dididik untuk melakukan perlawanan.

Meski kami sepat ke lokasi, tapi para pelaku sudah tidak ada,” sambung Rifai.

Selain itu, ada sejumlah rombongan Banser GP Ansor dari luar kota yang juga jadi korban, yaitu dari Blitar, Trenggalek dan Malang.

Rifai mewanti-wanti Polres Tulungagung, agar benar-benar serius menangani kasus ini.

Sebab Banser dari berbagai daerah selalu minta perkembangan penangannya.

Rifai khawatir, jika polisi diaggap tidak profesional, Banser GP Ansor dari berbagai wilayah akan bergerak ke Tulungagung.

Hal senada juga disampaikan Ketua PCNU Trenggalek, KH Muhammad Fatkhulloh Sholeh alias Gus Loh.

Gus Loh datang ke Markas Polres Tulungagung, karena salah satu korban adalan Banser Trenggalek.

Ia mewanti-wanti polisi agar kasus ini jangan sampai menghilang begitu saja.

Sebab Gus Loh mengancam akan ada anggota Banser yang akan ngepam di Mapolres Tulungagung.

“Kalau kasus ini menghilang begitu saja, saya tidak bisa menahan Banser Tenggalek untuk datang ke Polres Tulungagung.

Bergantian ngepam, entah berapa ribu yang hadir,” ucapnya.

Rombongan Banser diserang di Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung, usai apel akbar di Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, kabupaten Treggalek.

Dua orang harus menjalani perawatan medis karena luka di bagian kepala.

Penyerangan ini diduga dilakukan sekelompok orang dengan latar belakang pergurun silat.

Diduga Buntut Konflik Perguruan Silat

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia mengaku bergerak cepat, menindaklanjuti penyerangan anggota Banser GP Ansor di Kecamatan Bandung, Minggu (14/10/2019) sore.

Hasilnya empat orang warga diamankan dan dimintai keterangan di Mapolres Tulungagung.

“Kami bekerja sampai subuh tadi, dan ada empat orang yang sedang dimintai keterangan,” ujarnya, Senin (14/10/2019).

Namun empat orang ini masih sebatas saksi, dan belum ada tersangka yang ditetapkan.

Meski demikian, masih menurut EG Pandia, sudah ada indikasi nama sebagai pelaku penyerangan.

“Kami mohon waktu untuk mencari bukti dan saksi,” katanya.

Menurut Kapolres Tulungagung, dugaan sementara kejadian ini dipicu oleh konflik lama antar perguruan silat.

Sebelumnya memang ada apel akbar Banser di Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Namun ternyata dalam kegiatan ini ada anggota perguruan pencak silat Pagar Nusa (PN).

“Saat rombongan PN melintas di lokasi, ada konflik dengan warga setempat,” tutur EG Pandia.

Namun polisi belum berani memastikan, apakah penyerang dari anggota perguruan silat yang lain.

Rombongan pertama ini berhasil dihalau, namun warga setempat masih bersiaga di sekitar lokasi.

Kemudian datang rombongan Banser yang melintas di lokasi, kemudian diserang.

“Jadi Banser ini lewat belakangan, kemudian jadi sasaran penyerangan,” ungkap EG Pandia.

Kapolres Tulungagung berjanji akan menuntaskan kasus ini secepatnya, sesuai tuntutan Banser.

Lebih jauh Kapolres membantah, polisi melakukan pembiaran saat kejadian.

Diakuinya, saat itu memang ada anggota polisi yang melakukan pengamanan.

Namun polisi tidak serta merta melakukan penangkapan karena kondisi chaos.

Polisi hanya menghalau massa penyerang, dan memastikan rombongan Banser lekas melintas.

Masih menurut Kapolres Tulungagung, sejauh ini baru ada satu korban yang melapor atas nama Suwardi, anggota Banser Trenggalek.

“Silakan melapor jika ada korban lain. Nanti kita buktikan dengan visum,” pungkas EG Pandia.

Rombongan Banser GP Ansor diserang di Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung, usai apel akbar di Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, kabupaten Treggalek.

Dua orang harus menjalani perawatan medis karena luka di bagian kepala.

Penyerangan ini diduga dilakukan sekelompok orang dengan latar belakang pergurun silat.

7 KOMENTAR

  1. “Garda terdepan bela bangsa”?
    Bela diri saja gak becus lu, kok bisa kalah tarung sama pendekar silat,
    kaliankan latihannya militer gitu!
    Pake rok aja,…

  2. Harusnya semua oraganisasi masa mau pun politik harusnya tidak membuat semacam pasukan pengamanan , harusnya semua pengamanan di serahkan ke polri atau tni

LEAVE A REPLY