Jumat, Oktober 18, 2019
Membongkar Tipu-tipu Qnet Berbaju Amoeba

Membongkar Tipu-tipu Qnet Berbaju Amoeba

0
118

Mengulik Dugaan Tipu-tipu Qnet Berbaju Amoeba

4923
Buku Promosi PT QNet
“Sudah banyak korban sejak 7 tahun lalu. Afiliasi QNet dan Amboeba seperti tak terpengaruh, dan tetap berdiri tegak siap mencari member berikutnya.”

Oleh : Maya Rahma

BISNIS PT Q-Net menjadi sorotan setelah pengungkapan kasus oleh Tim Cobra Polres Lumajang beberapa waktu lalu.

PT Q-Net yang berafiliasi dengan PT Amoeba Internasional ini terbilang cukup istimewa dalam bermain-main. Licin seperti belut, lele, atau sejenisnya.

Sangkaan awal, kasus Money Games ini baru pertama kali terungkap.

Eh ndilalah… bisnis ini sudah malang melintang di beberapa wilayah, bukan hanya ada di Lumajang atau Madiun. Sudah sejak 2012 lalu.

Namun, para korban menamainya Multi Level Marketing (MLM), bukan ‘money games’ atau bisnis piramida.

Sejak sekitar 7 tahun lalu, banyak warga melaporkan terkait dugaan penipuan mengatasnamakan lowongan kerja PT Q-Net. Bukan di Lumajang, ada beberapa daerah di Indonesia. Mulai dari daerah di Jakarta sana, sampai Sumatera.

Dari tahun ke tahun, semakin marak laporan untuk PT Q-Net. Banyak yang merasa tertipu dengan bisnis ini. Pihak Q-Net kemudian sempat memberikan klarifikasi. Mereka dengan tegas menolak tuduhan itu.

“Rumor penipuan itu tidak mendasar. Tuduhan itu harus dibuktikan dengan bukti-bukti, karena bisa meresahkan anggota. Jika merasa ditipu karena tidak mendapatkan bonus dari joinnya sebagai member QNET, maka harus dilihat penyebabnya,” ungkap Ina Rachman, Direktur QNET Indonesia, (21/6/2013) dikutip dari Tribunnews.

Setelah klarifikasi, kasus ini ya masih tetap jadi perdebatan. Laporan polisi masih ada di beberapa daerah. Para pentolan tetap rajin promosi dong, untuk join member Q-Net.

Warga juga masih terpikat dengan tawaran kaya secara instan ini. Makin banyak korbannya. Kebanyakan mahasiswa, atau pencari kerja yang bener-bener butuh pekerjaan.

Kalau dilihat dari aturan perusahaan PT Q-Net, mereka mengaku jika ini merupakan bisnis jaringan. Perusahaan multinasional ini selain menjual produk, juga menawarkan keuntungan materiil yang mereka sebut dengan ‘bonus’ jika berhasil menjual produknya dan jadi member.

Di sini letaknya. Bonus-bonus ini rupanya jadi sebuah boomerang karena telah membuat para member silau melalui PT Amoeba Internasional.

Padahal dalam aturan perusahaan tertulis dengan jelas.

Berfokus menjual produk-produk perusahaan dan bukan hanya pada skema kompensasi,” tulisnya.

Tapi nyatanya, aturan hanya tinggal aturan. Para upline mendobrak habis aturan tersebut. Bonus-lah yang jadi modal promosi.

Dengan membeli produk kesehatan ini, anda akan dijamin sehat seumur hidup. Harganya murah saja, hanya Rp7 juta. Selain itu, anda juga bisa dapat bonus berlipat-lipat jika bisa mengajak rekan membeli produk ini.’

Kira-kira begitulah bunyi promo setelah cuci otak. Anda tertarik? Ya jelas nggak, soalnya anda belum dicuci otak oleh mereka.

Para pentolan Q-Net atau sebut saja direksi Amoeba, terbilang ngawur dalam proses cuci otak. Mereka mengadakan seminar yang diisi para ‘upline’ dengan jas kebesaran (seperti jas sewaan).

Seminar ini dilakukan tak kenal waktu. Mulai pagi hingga pagi lagi. Bahkan pada jam 01.00 WIB dini hari pun masih dilakukan, sampek subuh. Ngawur bukan?

Satu lagi materi upline yang paling ngawur, yakni ilmu UGD. UGD di sini adalah tips untuk mendapatkan uang secara cepat, yakni U adalah Utang, G adalah Gaden (menggadaikan barang), dan D adalah Dol (jual barang). Semua itu dilakukan untuk membeli produk (milik) upline, jadi member, menghasilkan uang dan ‘bonus’ untuk para seniornya.

Selain itu, ada juga brosur yang menggambarkan perhitungan keuntungan yang ditawarkan perusahaan jika mereka bergabung.

Jadi, kalimat promosi yang tadi itu ya dengan mak lheb, terserap oleh korban. Mereka jual barang, utang sana sini, gadai barang orang untuk beli produk si upline.

Ini -katanya- bertentangan dengan tata cara PT Q-Net yang diunggah perusahaan. Begini bunyinya:

Tidak mempromosikan QNET sebagai skema untuk menjadi kaya secara instan. Berusaha keras untuk memberikan downline saya kepemimpinan dan pelayanan terbaik. Menjawab pertanyaan-pertanyaan dan permintaan dari prospek dan downline dengan adil dan jujur.”

Beda banget kan sama kenyataan di lapangan? Saya yakin lah, mudah sekali buat para petinggi atau apapun sebutannya untuk perusahaan Q-Net melihat hal tersebut. Apalagi dengan banyaknya laporan kepolisian yang kemudian diblow up media massa.

Dalam artian, ada ruang untuk memperbaiki sistem yang bobrok itu, supaya nggak banyak korban berjatuhan. Toh kalau benar produk kesehatan mereka bagus dan bermanfaat, bakal makin banyak member kan? Tanpa perlu seminar hingga dini hari dan teori UGD yang jelas nguawur ini.

Karena semakin hari, akal-akalan para upline ini semakin terasa saja. Modus seminar kerjaan ini hanya cara kesekian dari cara-cara lain. Seperti kedok membuka lowongan kerja bagian pendataan dengan gaji Rp3 juta yang kemudian bisa membongkar bisnis ini di Madiun.

Padahal aslinya mereka ya sama, di cuci otaknya begitu. Dikumpulkan dalam satu ruang, tidak boleh keluar rumah. Pagi dibilang malam, malam dibilang pagi.

“Mereka (korban) pun hanya makan nasi dengan garam atau mie instan dengan air dingin. Bahkan saking kelaparan-nya, mereka sampai mencuri tanaman singkong milik warga,” kata Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban.

Jelas ini sudah keliru. Polisi pun semangat memburu para pelaku. Apalagi setelah semua korban sudah mulai buyar karena dibongkar. Tinggal mencari pelan-pelan orang besar di balik bos Karyadi, direksi Amoeba yang sudah terlebih dahulu ditangkap ini.

“Kalau dulu, pidana jika ada kerugian, itung-itungan kerugian dulu. Masalahnya kan dulu gak ada yang mau laporan takut duit gak kembali. Sekarang ini, mekanismenya saja sudah pidana,” kata Arsal.

Jangan takut melapor. Supaya kasus rumit ini cepat selesai. Pun demikian buat dedek-dedek gemesh yang masih mahasiswa atau bingung cari kerja. Kalau ada lowongan kerja tapi disuruh bayar, jangan mau.

Sekecil-kecilnya perusahaan, atau bahkan warung kelontong yang butuh karyawan, mereka itu nggak bakalan minta duit pangkal. Atau minta dedek beli barangnya dulu baru bisa kerja di mereka.

Kalau ada yang kayak gitu, ya jelas sudah tidak benarnya. Pungli, atau yang terburuk ya kena MLM, money games dan kawan-kawannya itu. Yang meng-kaya-kan upline, me-miskin-kan downline.

Saya kasih quote, “Kalau pengen kaya ya kerja yang rajin, jangan lupa berdoa dan sedekah. Kalau tidak mau melakukan itu, ya ubah keinginanmu, jangan pengen kaya.”

LEAVE A REPLY

Madu Subur Max, Herbal Penyubur Reaksi CepatMadu Subur Max, Herbal Penyubur Reaksi Cepat
Madu sebagai Memory BoosterMadu sebagai Memory Booster
Madu sebagai Energi BoosterMadu sebagai Energi Booster
Proses Pembuatan MaduProses Pembuatan Madu