MENGAPA GELORA LAHIR ?

0
166

warasmedia.com-Kami partai Gelora Indonesia menerima semua kalangan. Kami tidak pernah mempermasalahkan suku, ras, agama, strata sosial dan pendidikan. Sebab Narasi dan karakter yang dibangun oleh Partai Gelora adalah keterbukaan. Saat hati kita terbuka dan orang lain melihat dan menyadari kita terbuka. Kami yakin orang lain pun akan terbuka kepada kita. Sikap orang lain ke kita. Kita yang menciptakan.

Mengapa Kami lahir untuk bangsa ini ???. Bukankah partai sudah menjamur di Indonesia ???.

Kami menyadari Bangsa ini memiliki kekayaan alam yang melimpah. Lautnya luas dan kaya raya. Hutan membentang begitu luasnya dan Sungainya kaya akan ikan, pasir dan bebatuan dan yang lainnya. Tanahnya luas membentang dari Sabang sampai Merauke. Tanahnya subur perutnya kaya akan emas, biji besi, nikel, uranium, minyak, dan gas bumi. Kayunya beragam dan dikenal kualitasnya oleh bangsa – bangsa di dunia. Rempah-rempah nya beragam dan dunia ketergantungan padanya. Sampai – sampai VOC mengeluarkan banyak energi dan pasukan untuk memboyongnya kenegaranya. Dan pada akhirnya berujung pertumpahan darah berkepanjangan dan meninggalkan mental buruk dan menjijikan buat bangsa ini. Bahkan ia sudah pergi pin balik ke kampungnya halamannya, karakter buruknya masih diwarisi oleh anak bangsa sekalipun pendidikannya tinggi dan gelarnya berjejer seperti gerbong kereta.

Secara demografi kita sangat padat. Data statistik kita kembali melaporkan jumlah penduduk kita ditas 260 juta jiwa. Jumlah yang sangat fantastis untuk membangun peradaban dunia di era modern dan digital.

Akan tetapi. Potensi yang diberikan Tuhan itu kurang maksimal dalam pemanfaatannya dan ketepatan sasaran untuk anak – anak bangsa. Kekayaan alam itu menguap dan pergi entah kemana. Ikan kualitas nomor satu diekspor ke Cina. Tinggallah ikan sarden yang penuh formalin dan dikelilingi ulat pita. Kayu diangkut ke Inggris demi syahwat hedonisme pembalak hutan Indonesia. Emas Berton – ton diangkut ke Amerika. Sejak tahun 2000 an 2/3 dana pembangunan Negara Amerika adalah hasil eksploitasi pertambangan emas dari negri Candrawasih tercinta. Masih banyak lagi. Ketidak pastian di indonesia. Sehingga orang bijak mengatakan. Apa itu arti gagal ?. Gagal ialah jika pencapaian terlalu jauh dari harapan. Sementara Sumber Daya Melimpah ruah.

Tuhan yang maha Esa memberi kita Sumber Daya Alam berlebih. Hanya satu negara di dunia yang mampu menandingi negara kita. Itulah Brazil yang sama sama dekat dengan bentangan katulistiwa. Dulu Sang Proklamator kita pernah berkata : Suatu saat nanti Negara – negara lain akan iri kepada Indonesia. Karena Soekarno telahh mengelilingi dunia, Ia melihat dan memahami serta membandingkan Indonesi secara keseluruhan dengan bangsa – bangsa lain di dunia. Dan firasat itu menjadi kenyataan saat Cina mulai merapat ke Indonesia.

Namun sayang. Kita lihat Indonesia saat ini. Dari segi pertahanannya lemah, orang semaunya masuk ke negara kita. Narasi dan Literasi Politik kita rapuh, seolah kita ini ibarat Kapal Besar ditengah lautan dan sedang kehilangan Kompas dan tak tau arah berlabuh. Sosial kita berantakan dan memang ada operator dibelakangnya, kita bukan mencari kambing hitam. Ekonomi kita tertinggal bahkan dengan negara tetangga yang hampir sama sama merdeka dengan kita, sudah mulai naik 7% dizaman SBY tapi turun lagi menjadi 5 %. Kekayaan alam kita dinikmati oleh warga negara asing. Kemiskinan terus bertambah, susah untuk menceritakannya. Pendidikan belum maksimal pengelolaannya, kurikulumnya banyak yang fiktif. Tidak aplikatif. Saat orang selesai sekolah atau kuliah. Bahkan pendidikan Finansial tidak ada sampai orang sarjana sekalipun. Akhirnya tidak mlek dengan uang dan dunia bisnis. Mentalnya hampir sama. Ingin jadi karyawan atau ASN. Sangat miskin narasinya, idenya bukan bagaimana kalau sudah tamat saya bisa menciptakan inovasi baru dan usaha baru.. Pertanian belum bisa diintensifkan dengan baik. Masalah lahan kebanyakan HGU nya dimiliki asing, ada OPM ( Oder People Money ) misalnya. Dan HGU itu dalam Undang-undang BPN NO. 9 selama 30 tahun dan bisa diperpanjang. Jadilah anak bangsa berkebun disisa sisa lahan mereka. Terkadang rakyat ingin bertani ditembaki oleh brimob. Dengan alasan menyerobot tanah PT. Padahal sering izinnya 8.000 Ha tapi saat diukur ulang PT telah menggarap 12.000 Ha dan ini terjadi di OPM Siais Tapanuli Selatan. Dan mungkin ada ditempat lain hal yang serupa. Masalah agama juga demikian kompleks.

Sesama pemeluk agama tiap hari menyuguhkan permusuhan dan penistaan. Terlepas alami atau ada skenario, itulah yang terjadi. Aliran sesat berkembang biak. Dan masih banyak Konflik Horizontal lainnya dal hal ini.

Gelora memandang ini adalah kegelapan yang nyata. Gelora mencoba mencari flatform untuk menuntaskan masalah bangsa ini. Gelora tidak ingin mencaci maki kegelapan. Karena terang tidak akan muncul walaupun kita mencaci-maki kegelapan. Gelora ingin menghidupkan lentera agar timbul terang kepada sesama anak bangsa. Kalau masalah kita beragama Islam, Kristen, Budha, Hindu. Gelora memandang ini adalah pilihan pilihan pribadi anak bangsa. Adapun kita menjadi bagian dari bangsa Indonesia adalah Taqdir kolektif atas pilihan kita bersama sejak dulu. Karena kita tinggal diatas bumi yang sama. Makan dari beras yang sama. Minum dari air yang sama. Dan menghirup udara dari oksigen yang sama. Dan sama sama menyepakati cara bernegara yang sama. Tidak perlu ada yang kita permasalahankan anatar individu dan agama kita, UUD 1945 Pasal 29 ayat 2 telah menuntaskan masalah itu. Sebab bentangan sejarah yang panjang itu, menjelang Indonesia lahir, para pemikir bangsa yang besar ini telah berimajinasi dengan segala daya upayanya. Kira – kira apa ” Flat Form ” yang tepat untuk bangsa yang heterogen dari segala sisi untuk bangsa ini. Maka lahirlah Pancasila dan UUD 1945. Dengan satu bahasa yang disepakati pada tahun 1928 yaitu bahsa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Bangsanya satu yaitu Bangsa Indonesia. Atau dikenal dengan Sumpah Pemuda.

Dan inilah salah satu dasar Gelora menjadikan paratinya berasaskan Pancasila. Karena tidak mungkin kita akan nyaman bernegara, jika Flat Form yang ada kita tentang dari awal. Adapun masalah esensi partai itu kemana halaman kedua.

Untuk itulah kami lahir mengajak semua lapisan dan elemen anak bangsa bergabung bersama kami. Untuk mewujudkan cita-cita besar ini. Sebab Gelora sendiri tidak akan mampu menjawab tantangan ini. Kita sadar kita terbatas. Kami yakin tidak ada satu partai pun yang mampu sendirian menjadi representasi Rakyat untuk menjawab isu – isu strategis bangsa ini. Jika sistem yang dipakai adalah demokrasi. Kecuali ia negara otoritarianisme seperti Muammar Khadafi. Sadam Husein. Fidel Kastro. Tantangan didepan mata Bangsa ini ada dua jika dibagi dalam spektrum yang besar. Tantangan Internal bangsa kita, itulah yang kami rincikan diatas. Dan tantangan Eksternal dan deviasi Geopolitik Globall yang luar biasa. Hari demi hari tatanan dunia baru atau” The World Order ” sudah hampir finish. Disaat itu finis beratlah langkah kita. Dunia dalam genggaman mereka. Mereka masih menemukan tekhnologi sekitar 3 % saja dunia internasional sudah ketar ketir dibuatnya. Kerja mereka sangat ulet, rapi, dan sistematis. Dunia tersihir dibuatnya. Seorang penulis berkebangsaan Inggris pernah menulis buku yang berjudul Yahudi Melanda Dunia namanya Ahmad Tomson. Dalam buku itu ia sebutkan. Sebelum Dajjal muncul ia akan menciptakan segitiga. Mungkin ada korelasinya dengan segitiga Bermuda. Sudut Segi sebelah kanan adalah adalah Magic ( sihir ). Sudut Segi sebelah kiri adalah Culture Golobal ( Budaya Global ). Dan Sudut Ujung atas adalah Dajjal yang asli. Sebelum ia muncul yang dua ini sangat berperan aktif dalam melancarkan The New World Order. Maksud Sihir itu adalah : Dajjal akan menyihir seluruh manusia melalui bala tentaranya. Sehingga tanpa disadari manusia seluruh dunia ia telah tersihir oleh Dajjal lewat Magic. Variasi teknologi yang setiap hari berinovasi. Produk – produk Unilever yang dan kode 8992….dst dan produk – produk lainya. Dan keuntungan ini semu ia gunakan untuk praktek Genosida diberbagai belahan dunia dan praktek pengrusakan lainnya. Yang kedua adalah Budaya Global. Maksudnya adalah : Setelah sihir itu masuk kedalam hati manusia ia membuat instrumen besar untuk mengakomodir programnya. Dalam bidang politik ia bentuk WZO ( World Zionism Organization ). WZO bentuk satu pola global untuk mengakomodir perpolitikan dunia itulah demokrasi. Sehingga ketika ada satu negara yang tidak menerima proposal Demokrasi ini, pasti porak poranda. Kedua, Ada IMF ( Internasional Monetery Financial ) yang akan mengendalikan keuangan dunia dengan sistem Ribawi. Dan masih banyak lagi instrumen turunan di PBB. Semua ada dalam kendali Yahudi. Dan cengkraman ini sangat kuat di Indonesia tercinta. Dan kita tidak menyadari sihir itu. Tanpa kita sadari hampir semua produk dirumah kita adalah produk Yahudi. Tidak perlu dikutuk, cukup kita berinovasi membuat penggantinya.

Belum lagi eksvansi Tiongkok yang menggila dalam segi ekonomi dan perusakan generasi milenials kita secara keseluruhan dan massif. Tanah – tanah sudah mulai mereka kuasai sejengkal – demi sejengkal, informasi terakhir dari BPN. Sekitar 71 % Lebih Tanah di Indonesia milik waraga Tiongkok. Jadi apalagi buat anak cucu kita. Kekayaan digerus Amerika. Tanah dan air dikuasai Cina. Sementara Anak cucu kita terus bertambah setiap harinya.

Jadi tidak salah jika suatu hari salah satu anak bangsa pernah melontarkan kalimat kontroversial tapi faktual adanya. Bahwa tahun 2030 Indonesia akan bubar. Bubar disini bukan Indonesia tenggelam kayak kepaluan di England. Atau Indonesia ini musnah. Bukan itu. Maksud Indonesia bubar asalah. Ada negaranya. Ada bangsanya. Ada pemerintahannya, tapi orang berkelahi di rumah kita berebutan kekayaan alam dan klaim investasi saya paling besar. Karena,… Ekonomi Amerika melemah sejak Arab Spring. Tapi disisi lain Ekonomi Tiongkok menguat, target capaian ekonomi Tiongkok adalah 60 tahun Kedepan. Dan sekarang mereka sudah di tahun ke 40 dari rencana awal, dan sekomi merak sudah Surplus. Dan kedua negara ini sama sama berinvestasi di negri ini. Rebutan Sumber Daya Alam inilah yang membuat Indonesia semakin kacau balau. Dan itu ujungnya pertumpahan darah berkepanjangan. Dan Itu bisa tidak terjadi jika ada interupsi dari anak bangsa secara bersama – sama dan kompak. Karena saat ini yang diributkan dan direbutkan bangsa – bangsa di Dunia adalah Sumber Daya Alam. Karena dunia yang Tuhan ciptakan ini semakin keujung dia semakin miskin. Sementara penghuninya semakin banyak. Jika ketersediaan Sumber Daya Alam tidak seimbang dengan pemakainya. Alamatnya adalah konflik horizontal. Itulah salah satu alasan Gelora hadir dan menyapa dengan terbuka anak – anak bangsa ini.

Gelora Lahir untuk mengajak anak bangsa shifting dari Identitas politik menuju Identitas peradaban. Dari mental hanya mengandalkan sumber daya alam menuju mental bangsa kreatif untuk menjawab tantangan masa depannya dan mempertanggung jawabkan jalan sejarahnya. Dari mental peselancar yang hanya menunggu gelombang baru ia berselancar menuju mental pencipta gelombang. Dari makom yang hanya memikirkan bangsanya sendiri menjadi bangsa yang berkontribusi untuk perdamaian dan peradaban dunia modern.

Narasi dan Literasi inilah yang membuat kami lahir untuk bangsa ini. Insya Allah embrio gelora ini akan menjadi bola salju yang terus bergulir yang pada akhirnya menjadi detuman gelombang yang besar untuk bangsa Indonesia. Dan melakukan lompatan besar untuk kemajuan Bangsa Dan Negara Republik Indonesia.

NB : Saran dan Masukan Kami Terima.

Ditulis Oleh : Ketua Pengembangan Wilayah Dan Koordinator Dapil DPD Gelora Rokan Hulu.

Mahyuddin Hasan Harahap

LEAVE A REPLY