Meninggal Setelah di Ruqyah

0
5538

Meninggal Setelah di Ruqyah
=============
Baru baca berita ttg seseorg bernama Yanto meninggal setelah di ruqyah. Kenapa meninggal ? Saya sih nggak baca.
Menurut pengalaman saya meruqyah, hal itu biasa. Lho, kok biasa?
Tunggu dulu, jgn suuzh zhan.
====
Meninggal setelah diruqyah, itu hal biasa. Ada beberapa kali saya meruqyah, hanya hitungan beberapa jam, pasien meninggal. Keluarga ikhlas menerima dan tidak ada masalah.
Hal yg seperti itu biasanya terjadi pada pasien-pasien yg seperti ini :
– Dalam kondisi sakarat. Sakaratnya sudah terjadi berhari-hari atau lebih dari 24 jam.
– Sakit bertahun-tahun tak kunjung sembuh.
Sebelum melakukan ruqyah, biasanya saya panggil semua keluarga yg ada ditempat dan saya sampaikan hal-hal yg berkaitan dgn ruqyah.
Hal yg paling penting, sesuai pengalaman, saya sampaikan bahwa ada dua kemungkinan yg akan terjadi thd pasien setelah diruqyah :
– Kemungkinan I :
Terjadi perubahan positif spt penyakit berangsur sembuh atau ada perubahan baik sketika setelah diruqyah.
– Kemungkinan II :
Meninggal dunia. Hal itu bisa terjadi setelah diruqyah atau beberapa hari setelahnya.
Dan hal itu benar-benar terjadi.
Ada yg diruqyah pagi, sore meninggal.
Ada yg diruqyah malam, subuh wafat.
Ada yg wafat tiga hari setelah diruqyah.
Bahkan ada yg meninggal, 15 menit setelah diruqyah.
Bukan krn saya tau ajal seseorg, tapi ini hanya pengalaman semata.
=======
Dalam konteks lain, Syekh Muhammad ash-Shayim menulis dlm bukunya Al-Hiwaar ma’a asy-Syayaathin ttg kecerobohan seorg mualij (baca : peruqyah) gadungan yg menewaskan seorg wanita.
Awalnya, sang peruqyah hanya membacakan ayat-ayat ruqyah tapi pasien tetap diam tak bergeming. Si peruqyah menggunakan teknik pukulan dari yg ringan sampai pukulan jeb ala Mike Tyson hingga Mauhibah (sebut saja namanya demikian) terjatuh lunglai.
Sang peruqyah, sangat gembira krn jin pengganggu sudah keluar.
Tapi, siapa sangka, bukan jin yg keluar. Yg keluar adalah ruhnya pergi terbang ke alam baka.
=======
Sekarang, kematian Yanto setelah diruqyah perlu disikapi dgn bijaksana. Apa sebabnya?
Apakah ruqyah yg dilakukan itu syar’i atau syirki?
Kalau sudah jelas, ARSYI perlu juga buat konfrensi Pers.
Wallahu al-Musta’an.
~~~~~~~~~~~~~~~
Medan, 15 Agustus 2017
Musdar Bustamam Tambusai.

LEAVE A REPLY