Pasca Soleimani, ribuan pasukan AS lainnya berduyun-duyun ke Timteng

0
114

WASHINGTON (warasmedia.com) – Amerika Serikat mengirim hampir 3.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah dari Divisi Lintas Udara ke-82 sebagai tindakan pencegahan di tengah meningkatnya ancaman terhadap pasukan Amerika di kawasan itu, kata para pejabat AS, kemarin (3/1/2020).

Iran berjanji akan membalas dendam setelah serangan udara AS di Baghdad pada Jumat (3/1) menewaskan Qassem Soleimani, komandan militer paling terkemuka di Teheran dan arsitek perang yang pengaruhnya semakin besar di Timur Tengah.

Serangan yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump ini dilansir sebagai peningkatan dramatis dalam “perang bayangan” di Timur Tengah antara Iran versus Amerika Serikat serta sekutunya.

Para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan pasukan ini akan bergabung dengan sekitar 750 pasukan yang dikirim ke Kuwait awal pekan ini.

Presiden Donald Trump membela diri bahwa ia memerintahkan pembunuhan Qassem Soleimani untuk menghentikan perang, bukan memulai perang, dengan mengatakan komandan militer Iran sedang merencanakan serangan terhadap Amerika.

“Soleimani merencanakan serangan yang mengerikan dalam waktu dekat terhadap para diplomat dan personel militer Amerika, tetapi kami telah menghentikannya,” kata Trump kepada wartawan di resor Mar-a-Lago, kemarin (3/1).

“Kami mengambil tindakan semalam untuk menghentikan perang. Kami tidak mengambil tindakan untuk memulai perang,” kata Trump, menambahkan bahwa Amerika Serikat tidak mencari perubahan rezim di Iran.

Sebelumnya, seorang pejabat senior AS di Iran mengatakan bahwa Soleimani merencanakan serangan segera terhadap fasilitas dan pekerja AS di Irak, Lebanon, Suriah, dan negara-negara lain.

Brian Hook, perwakilan khusus AS untuk Iran, mengatakan kepada Al Arabiya TVbahwa serangan itu akan membunuh ratusan orang Amerika.

Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters awal pekan ini bahwa ribuan pasukan tambahan dapat dikirim ke wilayah itu dan telah diperintahkan siaga untuk ditempatkan.

Sejak Mei, Amerika Serikat telah mengirim sekitar 14.000 tentara tambahan ke Timur Tengah.

LEAVE A REPLY