Pengkhianatan Pejuang Moderat Sebabkan Timur Aleppo Jatuh ke Rezim Syi’ah Assad

0
785

ALEPPO  – Kantor berita Zaman Al-Wasl mengutip sumber informasi terpercaya melaporkan pada Selasa (13/12/2016) bahwa pengkhianatan yang dilakukan oleh pejuang oposisi moderat Suriah di timur Aleppo yang menyebabkan jatuhnya banyak lingkungan kota itu ke tangan tentara rezim Syi’ah Nushairiyyah Assad dan sekutunya dalam waktu singkat.

Sumber itu menyebutkan bahwa sejumlah besar pejuang oposisi moderat yang menyerah kepada tentara Syi’ah Assad dan milisi Syi’ah dukungan Iran kemudian berkhianat dan berafiliasi dengan cabang Keamanan Angkatan Udara Syi’ah Suriah di Aleppo yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Adeeb Salameh.

Sang sumber menunjukkan bahwa operasi intelijen cabang Keamanan Angkatan Udara di Aleppo dan mobilisasi agen-agen intelijen cabang tersebut di lingkungan Aleppo timur menyebabkan jatuhnya banyak lingkungan tersebut ke tangan rezim Syi’ah Assad dalam waktu singkat.

Salameh mengkonfirmasi kepada situs Zawara, sejak awal operasi militer di Aleppo bahwa ia telah merekrut sejumlah besar agen pengkhianat di jajaran pejuang oposisi moderat yang mengatasnamakan “Pejuang Islam” pada saat sumber peradilan di oposisi menunjukkan bahwa sejumlah pejuang mengaku direkrut oleh pasukan rezim Syi’ah di daerah yang dibebaskan dan berafiliasi dengan cabang keamanan rezim Syi’ah Assad.

Sementara itu, sumber-sumber relawan di Aleppo mengatakan milisi Syi’ah bayaran pendukung rezim Syi’ah Assad di Aleppo mencegah organisasi bantuan memasuki lingkungan yang berada di bawah kendali mereka karena milisi Syi’ah sibuk menjarah rumah-rumah penduduk umat Islam Ahlu Sunnah yang ditinggalkan penghuninya.

Sumber itu memperkirakan bahwa 80.000 orang melarikan diri dari pemboman Rusia-Syi’ah Assad ke lingkungan barat Aleppo dan mereka kebanyakan perempuan dan anak-anak.

Sumber tersebut menunjukkan bahwa tempat penampungan sementara didirikan di daerah Jibreen menjelaskan bahwa orang-orang muda tidak nampak bersama dengan orang-orang yang melarikan diri karena mereka ditangkap oleh rezim Syi’ah Assad atau dipaksa masuk wajib militer untuk melawan mujahidin.

Pada saat yang sama, sumber-sumber oposisi mengatakan kepada Zaman al-Wasl bahwa beberapa keluarga, kebanyakan perempuan dan anak-anak meninggalkan lingkungan timur Aleppo pada 9 Desember 2016 ke lingkungan yang dikuasai rezim Syi’ah melalui desa Aziziye dan nasib mereka tidak diketahui sejauh ini.

Lebih dari 180.000 orang menderita di lingkungan timur Aleppo akibat tidak adanya kebutuhan hidup dasar seperti makanan dan juga obat-obatan ketika pesawat tempur Rusia dan Syi’ah Assad meningkatkan pemboman mereka terhadap penduduk sipil di Aleppo dan membunuh puluhan orang setiap harinya. [admin]

LEAVE A REPLY