Polisi Datangkan Ulama Mesir Jadi Saksi Meringankan Kasus Ahok, Dinilai Mengadu Domba Ulama

0
508

Datangkan Ulama Mesir untuk Bela Ahok, Pemerintah Dinilai Hina MUI dan Mengadu Domba Ulama

Ada Kaidah:

الاجتهادُ لاَ يَنْقَضُ بالإجتِهاد

Ijtihad tidak dapat dibatalkan dengan ijtihad

Oleh karena itu, sekalipun saksi dari Mesir yang didatangkan untuk meringankan Ahok itu misalnya berbeda atau bahkan bertentangan pendapat dengan keputusan MUI bahwa :  “pernyataan Basuki Tjahaja Purnama dikategorikan: (1) Menghina Al-Quran dan atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum.” Maka tidak akan bisa membatalkan keputusan MUI.

Kalau sampai terjadi (mampu membatalkan keputusan MUI, atau keputusan MUI dianulir, tidak dianggap, tidak dipakai, sedang yang dipakai adalah yang didatangkan dari Mesir demi meringankan kasus Ahok), misalnya, maka resikonya sama dengan merusak tatanan keilmuan di dunia Islam berkaitan dengan ijtihad Ulama yang sudah diakui ada kaidah bakunya. Merusaknya, berarti sama dengan menghancurkan ushul dan fiqh Islam yang merupakan bagian penting dalam Islam.

Itu bukan jalan keluar dari kemelut keresahan Umat Islam, namun merupakan penistaan baru demi membela penistaan terhadap Islam. Betapa ngerinya.

Inilah beritanya.

***

MUI Sesalkan Polisi Datangkan Ulama Mesir

– Majelis Ulama Indonesia menyesalkan sikap kepolisian yang mengundang Syeikh Amr Wardhani sebagai saksi ahli kasus penistaan agama yang diuga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Belum ada kejelasannya, apa legal standing-nya kalau ulama Mesir jadi saksi ahli? Ini dari luar teritorial Indonesia. Kalau dari etika, ini kan permasalahan bangsa Indonesia? Ya seyogyanya saksi ahlinya juga dari Indonesia,” kata Komisi Hukum MUI,  Abdul Choir Ramadhan usai berbicara di acara diskusi “Penistaan Alquran Dalam Perspektif Agama” di Universitas Pancasila, Jakarta Selatan, Senin (14/11/2016).

Abdul menyayangkan kehadiran Syekh Amr karena Indonesia juga memiliki pakar dan ahli agama yang mumpuni untuk menjadi saksi ahli atas dugaan penistaan Agama yang dilakukan oleh Ahok. “Kalau dari luar (didatangkan) untuk meringankan terlapor, tentu tidak adil,” kata Abdul.

Syekh Amr adalah ulama yang tergabung dalam organisasi Daarul Ifta di Mesir. Organisasi itu dikenal karena pernah mengeluarkan  fatwa yang membolehkan nonmuslim memimpin kaum muslimin.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan atas nama Mahdi Alkaaf dari FPI Mesir, disebutkan, Syekh Amr diundang oleh pemerintah Indonesia sebagai saksi ahli kasus Ahok untuk menafsirkan surat Almaidah ayat 51. Dia dikabarkan akan didampingi penerjemah Prof .Dr. Amany Lubis.

Tertulis di pernyataan itu, “Apapun keterangan yang disampaikan oleh Syekh Amr dalam pemeriksaan sebagai saksi ahli adalah murni sikap ilmiah dari pribadi beliau. Tidak ada intervensi dari siapapun atau pengaruh dari manapun. Seandainya terdapat keterangan yang merugikan atau bertentangan dengan aspirasi umat dalam kasus ini, itu murni ijtihad pribadi beliau yang tidak mengetahui kondisi Indonesia yang sesungguhnya”

LEAVE A REPLY