JAKARTA — Mabes Polri sedang melakukan pemetaan daerah rawan saat pilkada serentak 2017.

Tiga provinsi yang mendapatkan perhatian khusus di Pilkada 2017 adalah DKI Jakarta, Aceh dan Papua Barat. Polri terus melakukan evaluasi di tiga daerah tersebut termasuk potensi kerawanan.

“Mana saja potensi kerawanan kita upaya untuk netralisir dulu sambil kita menghitung kekuatan kita untuk dikerahkan ke tiga daerah ini,” kata Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/9/2016).

Tito mengatakan pengamanan akan didukung TNI, petugas Pemda dan Linmas yang direkrut berjumlah 107 ribu anggota. “Mana yang aman kemudian kita sudah hitung dari 101 provinsi dan kabupaten kota ini kita terjunkan khusus dari polisi sendiri sepertiga kekuatan, lebih kurang 120ribu anggota se-Indonesia,” katanya.

Mabes Polri lalu melakukan tahapan prakondisi agar terbentuk situasi yang kondusif sehingga berlangsung pemilu yang demokratis. Tito mengatakan pihaknya membangun pendekatan dengan pasangan calon kepala daerah agar bertanding secara sehat.

“Tidak menghalalkan segala cara, karena ini adalah demokrasi yang kita harapkan. Kita harus lebih dewasa sekarang ini berdemokrasi. Berdemokrasi secara jujur dan adil dan terbuka.

Kalau menghalalkan secala cara berarti tidak mendapat dukungan yang murni dari masyarakat. Nanti kepemimpinannya tidak akan kuat,” ujarnya.

Polri menyampaikan anggaran sekitar Rp920miliar untuk menjaga Pilkada serentak 2017. Tito mengharapkan dana tersebut bisa dipenuhi pemda-pemda melalui mekanisme hibah.

“Jadi tiap polres yang kabupaten ada pemilunya mereka mengajukan. Yang ada pemilu tingkat provinsi, kapolda mengajukan kepada gubernur dan sementara baru terpenuhi sekitar 10 persen. Untuk Mabes Polri kita menggunakan Mabes Polri yang namanya dana kontigensi,” imbuhnya

LEAVE A REPLY