STAGNAN ROQI INDONESIA

0
560

Perdana Akhmad, S. Psi

Saya sudah menjadi pemerhati Praktisi Ruqyah semenjak belasan tahun lamanya. Akhir tahun ini Roqi Indonesia sudah stagnan jumlahnya. Roqi diseluruh Indonesia sebagian besar sudah punya harakah tempat mereka berlabuh berjama’ah dalam satu komunitas.

Ada yang di ARSYI sebagai induk semua komunitas, ada Roqi bergabung di harakah yang sudah menginternasional seperti Quranic Healing International (QHI) , ada yang di harakah Rehab Hati (RH).

Ada roqi yang tergabung diharakah Ruqyah Learning Center (RLC), Cinta Ruqyah Syar’iyyah (CRS), Komunitas Cinta Ruqyah (KCR) juga Arsyada.

Komunitas diatas lingkupnya sudah menasional hampir seluruh Indonesia cabangnya dan juga Menginternasional memiliki cabang di luar negeri.

Ada pula skupnya masih dalam wilayah tertentu seperti Koperasi (Komunitas Peduli Ruqyah Syar’iyyah) yang bergerak di Medan dan beberapa komunitas lokal lainnya didaerah masing masing yg jumlahnya hanya belasan orang.

Ada pula Roqi yang buka Klinik Ruqyah atau tidak ikut komunitas namun bergerak sendirian menjadi terapis ruqyah.

Saya hitung dgn hituangan kasar Roqi Indonesia ini yang sudah tergabung dalam komunitas hanya berkisar 1500 orang diseluruh Indonesia dibandingkan dengan 250juta penduduk Indonesia.

Sungguh jumlah sangat sedikit dibandingkan Para dukun, paranormal yang menurut hitungan Asosiasinya berjumlah lebih dari 100.000 orang. Belum lagi jumlah praktisi Reiki, prana, yoga, tenaga dalam yang jumlahnya mencapai Ratusan ribu orang.

Semua komunitas Ruqyah memang selama 5 tahun ini para trainernya dari masing masing komunitas bergerak massive mengadakan Training Ruqyah dan pengobatan ruqyah massal. Sudah ratusan ribu masyarakat yang ikut training dan efent ruqyah massal. Namun yang benar benar fokus jadi praktisi Ruqyah sangat sedikit jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

Dengan jumlah Roqi yang sedikit ini masih juga ada yang berselisih antar founder saling tahdzir dan hajr (boikot), antar praktisi berselisih dalam masalah yang tidak prinsipil. Belum lagi menghadapi penggembosan dari kalangan talafy yg mentahdzir masalah yang bahkan ulamapun berselisih (khilafiyah) seperti masalah propesi ruqyah, ruqyah massal, metode ruqyah dll.

Dilampung tempat saya tinggal bahkan ada roqi terkena syubhat tidak mau lagi meruqyah dan jadi ahli tahdzir bahkan mentahdzir temannya sendiri yg jadi peruqyah. Belum lagi menghadapi fitnahan dari kaum munafikin menuduh roqi hidup dari jual ayat dan tuduhan lainnya.

Dakwah roqi berat, selain menghadapi musuh dikalangan jin juga menghadapi setan kalangan manusia.

Tapi pencapaian dakwah Roqi juga luar biasa. Ketua umum QHi Ustadz Muhammad Zunaidi dan Founder Arsyada Ustadz Muhammad Faizarberdakwah melalui media televisi Nasional Trans 7 melalui Program Acara Ruqyah setiap sabtu Pagi pukul 06.00. Ketua DPD QHi Karawang Ustadz Khaerul Mu’min Rutin isi kajian Ruqyah di Televisi Lokal.

Sudah ratusan Ribu masyarakat mengenal tauhid dan mengenal ilmu pengobatan Ruqyah minimal bisa meruqyah mandiri atau menerapi keluarganya melalui Training dan efent Ruqyah massal.

Perjalanan dakwah dan kiprah roqi melayani masyarakat yg ingin berobat dgn ruqyah masih panjang.

Semoga Allah selalu menolong dan memberkahi para roqi yang super minoritas diIndonesia ini. Aamiin.

LEAVE A REPLY