Teroris Penembak Mati 6 Jamaah Muslim di Masjid Quebec Terungkap

0
397
QUEBEC – Alxandre Bissonnette, 27, pria berkewarganegaraan Prancis-Kanada adalah satu-satunya tersangka dalam kasus penembakan di sebuah masjid di Kota Quebec, Kanada yang menewaskan enam orang. Dia mengumbar tembakan di dalam masjid saat para warga Muslim sedang salat malam.

Saksi mata sebelumnya menyebut ada tiga pria bersenjata yang beraksi. Polisi kemudian menangkap dua orang dan pada akhirnya menetapkan Bissonette sebagai tersangka tunggal.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut tindakan tersangka sebagai “serangan teroris”. Pemimpin wilayah Quebec juga berkomentar senada. Publik Qeuebec telah mengibarkan bendera Kanada setengah tiang sebagai ekspresi duka cita.

Dari dokumen pengadilan diketahui bahwa Bissonnette dikenai enam tuduhan pembunuhan dan lima tuduhan percobaan pembunuhan dengan senjata. Pemuda ini sempat dihadirkan di pengadilan secara singkat, di mana dia mengenakan seragam penjara warna putih dengan wajah tertunduk.
Jaksa mengatakan semua bukti itu belum siap. Bissonnette tercatat sebagai seorang mahasiswa di Universitas Laval. Dia dijadwalkan untuk tampil lagi di pengadilan pada 21 Februari 2017 mendatang.

”Tuduhan disampaikan sesuai dengan bukti yang ada,” kata Thomas Jacques, perwakilan dari kantor kejaksaan Kanada, saat ditanya mengapa Bissonnette tidak didakwa dengan pelanggaran yang berkaitan dengan terorisme, seperti dikutip Reuters, Selasa (31/1/2017).

Di antara enam orang yang tewas akibat aksi tersangka di antaranya seorang penjual daging, seorang profesor universitas, seorang apoteker dan lainnya berprofesi sebagai akuntan.

Sementara itu, pemerintah Guinea mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dua warganya berada dalam daftar korban tewas akibat penembakan brutal di masjid Kota Quebec. Polisi menolak untuk membahas soal motif penembakan di masjid Pusat Kebudayaan Islam Quebec tersebut.

LEAVE A REPLY