Warga Tionghoa Marah, Warga Yang Merupakan Oknum FPI Kota Binjai Menjadi Korban & Handphone Wartawan Saat Meliput di Banting

0
537

Dalam menyambut Ramadhan yang harmonis, anggota FPI Kota Binjai mencoba sosialisasi dengan pihak pemilik judi yang beroperasi di binjai agar saling menghargai dan tidak buka di bulan suci ramadhan ini, namun tiba tiba menjadi korban keberingasan oknum preman yang beretnis tionghoa dan mengaku warga tandam pasar 7, kecamatan hamparan perak, kabupaten deli serdang, sumatera utara, senin (4/5) malam.

Anggota FPI kota Binjai yang bernama abdul rahman (48) malah tiba tiba diserang oleh orang etnis tionghoa dan menjadi korban keberingasan oknum diduga suruhan pemilik judi tersebut.

Kronologis kejadiannya, anggota FPI kota binjai mengadakan himbauan kepada tempat judi tembak ikan yang berada di kota binjai, waktu mereka ingin melakukan himbauan ke pasar 7 tandam hilir, yang di temukan tempat judi tembak ikan di sana 2 ruko namun tempat maksiat ini ketepatan sedang tutup, maka massa FPI memutuskan untuk balik arah, sebelum FPI putar balik, oknum preman yang beretnis tionghoa ini telah melakukan provokasi dengan segala macam cara, dengan massa yang cukup banyak, oknum preman ini telah berkumpul seakan menunggu kedatangan FPI.

Laporan polisi oleh anggota fpi kota binjai

Provokasi yang di lakukan dengan mengatakan bahwa massa FPI mau meratakan kampung mereka. namun tiba tiba cetus anggota fpi tersebut

“aku menghimbau baik baik, di kampung tanjung juga lokasi judi gak ada yang anarkis kok, cuma di sini kami seakan sudah di tunggu, mereka seperti menyusun rencana yg terstruktur” imbuhnya yang akrab di sapa uncu.

Oknum preman tionghoa memprovokasi warga sekitar dan mempersiapkan pasukan yang cukup banyak, ratusan masa yang beretnis tionghoa ini langsung melakukan perlawanan kepada massa FPI yang jumlahnya hanya puluhan.

Disisi lain, seorang juru warta yang kebetulan meliput aksi tersebut menjadi korban kekejaman mereka juga, aryudhi (wartawan red), yang kebenaran melihat kejadian tersebut secara spontan mengambil handphone untuk melakukan peliputan namun handphone tersebut di tampel dan jatuh lalu hilang, seperti tidak ingin rekaman tersebut terjadi, mereka bahkan mengintimidasi dengan mencekik wartawan lalu terjadi kontak fisik yang mengakibatkan luka di pipi sebelah kiri wartawan.

“aku ga tau apa apa bang, aku hanya ngeliput, tapi aku di intimidasi, dan hpku hilang” ujar aryudhi.

Aryudhipun, membuat laporan ke polres binjai namun pihak polres mengarahkan laporan tersebut disatukan dengan laporan fpi yang bernama uncu sudah melakukan tindakan pelaporan kepada pihak yang berwajib, yang mana pada saat ini tempat kejadian perkara masih berada di wilayah hukum polres binjai dengan bukti pelaporan nomor STTLP/206/V/2020/SPKT-A/RES.BINJAI.

Awak media pun mencoba koordinasi kepada pihak kapolres AKBP Romadhoni Sutarjho kapolres Binjai, namun bungkam tidak ada tanggapan dan tidak membalas what’shap awak media. (tim)

sumber : siasatnusantara.com

LEAVE A REPLY